Minggu, 22 September 2013

Technologi Ternak LELE

Saat pergi jalan-jalan kami menemui seorang peternak ikan lele yang sedang mengembang usaha yang sedang di jalaninya. Beliau merasa kesulitan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan kesusahan me-manage waktu yang digunakan untuk mengembangkan usaha dan mengurus budidayanya tersebut? Dari pertanyaan itulah saya mempunyai ide baru yang dapat mengatasi maslah tersebut.

Jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam mengelolah budidaya ikan lele adalah sebagai berikut :
1.       Pengapuran dan pemupukan
2.       Pengaturan air kolam
3.       Pemberian Pakan Utama
4.       Pemberian Pakan Tambahan
5.       Pengelolahan Air
6.       Pengendalian Hama dan Penyakit
Mesin yang ingin saya ciptakan adalah alat yang ada diatas kolam ikan lele yang tergantung dengan langit-langit atap atau semacam penyangga yang terbuat dari besi agar kuat menahan mesin. Mesin ini juga akan dilengkapi dengan alat penyimpan energy matahari seperti baterai penyimpan energy cahaya matahari karena dari energy panas dapat dirubah menjadi energy listrik. Dapat dimanfaatkan pula jika suatu saat terjadi pemadaman lampu pada saat waktunya memberi makan , memberi pupuk , menguras air kolam dan pengendalian hama dan penyakit. Adapun langkah-langkah kerja alat ini adalah :
a.       Menebar kapur dan pupuk
Menebar kapur berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme pathogen. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara meraya di atas permukaan dasar kolam yang belum terisi oleh air dan ikan lele.
Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuk yang digunkana adalah pupuk organic ditambah dengan urea dan TSP. jenis pupuk organic yang digunakan bias pupuk kandang atau kompos. Dosis pupuk organic sebanyak 250-500 gram per meter persegi pupuk urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota seperti fitoplankton dan cacing. Hewan atau tumbuhan tersebut berguna untuk makanan ikan lele yang alami.
Jadi , alat bekerja untuk menebar kapur lalu menebar pupuk diatas dasar permukaan olam yang belum terisi air dan ikan lele.
b.      Menebar benih dengan mesin
Tebarkan benih ikan lele kedalam kolam dengan kepadatan 200-100 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam ,semakin tinggi jumlah benih yang bias ditampung. Hendakna tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bias menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan tau bernafas. Pengisian kolam berikutnya di sesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal . dan kegunaan mesin ini dapat juga mengatur atau mengguras air kolam sesuai dengan timer yang digunakan petrnak untuk mengaturnya. Mesin ini menggunakan pompa air yang dilengkapi dengan pembuangan air yang terdapat dibelakang mesin. Tenaganya dapat di peroleh dengan cahaya matahari jika energy yang diperoleh banyak. Jika tidak memungkinkan dapat menggunakan bahan bakar mobil(bensin) karena mesin ini adalah diesel yang dilengkapi mesin penyimpan cahaya matahari. Jadi kita manfaatkan energy cahaya matahari semaksimal mungkin.
Mesin penebar benih rata dengan settingan waktu yang telah ditentukan oleh peternak

c.       Penebarah pakan lele
    Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele. Sebagai ikan kar
Nivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung proyein hewani. Secara umu kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikanlele adalah protein (minimal 30%) lemak (4-16%) karbohidrat (15-20%) vitamin dan mineral. Pemberian harus tepat agar memperkecil kemungkinan ikanlele terkena penyakit kuning yang salah satunya adalah penyakit yang merugikan peternak.
   Mesin bekerja menebarkan makanan pada tiap-tiap susdut kolam agar dapat dijangkau semua ikan yang ada dikolam ikan.

Tidak ada komentar: