Minggu, 22 September 2013

Technologi ARANG BRIKET

Seperti yang telah diketahui, saat ini sedang terjadi krisis energy bahan bakar. Saat ini minyak tanah telah langka, dan harga gas LPG melonjak. Banyak rakyat kecil yang merasa terbebani dengan adanya kenaikan harga gas LPG tersebut. Dengan adanya briket arang, diharapkan hal tersebut dapat teratasi dan mampu menolong rakyat kecil. Pengolahan limbah serbuk kayu menjadi briket arang sangat mudah dan biaya produksinya pun sedikit karena bahan bakunya berasal dari limbah yang dengan mudah dapat kita peroleh dimana-mana. Selain itu pengolahan limbah ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik unutuk selanjutnya briket arang dijual. Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian yang dapat kita peroleh dari pabrik meubel atau pambrik pemotongan kayu.
Pengolahan limbah serbuk gergaji menjadi briket arang terbukti mampu menghemat penggunaan energy. Eco-efisien pengolahan limbah serbuk gergaji diharapkan dapat berimbas positif terhadap lingkungan. Dengan penggunaan briket arang sebagai bahab bakar maka kita dapat mengehat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan meningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.
Dengan pemikiran yang seperti itu saya mempunyai ide bagaimana caranya membuat mesin pembuatan arang. Mesin bekerja dengan tahap-tahap tertentu yang diperlukan dalam proses pengarangan mesin bekerja penuh dengan memanfaatkan bahan bakar yang berfungi membakar arang dengan alami mesin dapat menentukan jika nanti pembakaran sudah sempurna maka mesin akan membunyikan alaramnya sebagai pemberitahuan bahwa mesin udah melaksanakan dan menyelesaikan tahapan pembakaran secara alami tadi.
Selanjutnya mesin melanjutkan proses yang telah di tentukan oleh pemilik, Pengayakan maksudnya untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70mesh. Setelah mesin mengeluarkan hasil pembakaran maka mesin akan mendiamkan sejenak proses untuk mempersiapkan mesin ke proses selanjutnya yang sudah di jelaskan tadi, jadi mesin mengayak serbuk gergaji yang tadi untuk proses pemisahan yang lembut dan yang masih kasar atau padatan dalam bentuk besar. Agar dapat membantu proses pembuatan arang lebih mudah. Setelah diproses ada penakaran pemberian serbuk yang telah dipisahkan tadi antaranya 50 mesh arang dan 70 mesh tempurung kelapa.
Sesudah pengayakan langsung pencampuran berbagai media sebagai penunjang pembentukan arang. Mesin bekerja mencampur adukan bahan dengan suatu wadah besar yang sudah terhubung dengan mesin seperti mesin mixer akan tetapi ukuran besar yang nanti alat pengaduk sudah terpasang atau terincludekan dengan mesin mixer tersebut. Pemberian atau pengadukan tentunya harus memenuhi ketentuan sebagai berikut dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90% dan arang tempurung kelapa 10%. Pada saat dan tempurung kelapa. Proses penyampuran   sudah selesai mesin tinggal menyiapakan dirinya untuk proses selanjutnya.

Setelah sudah hangatnya adonan yang sudah dicampur oleh mesin arang briket dimasukkan kedalam cetakan brket dan di tempa ,agar adonan menjadi padat dan tentunya menghemat kegunaan atau memperpanjang waktu lamanya penggunaan arang briket arang tersebut. Sehingga semua menjadi lebih efisien ekonomis terjangkau juga tidak menyulitkan pengguna maupun pembuat arang briket.

Tidak ada komentar: