Seperti yang telah diketahui, saat
ini sedang terjadi krisis energy bahan bakar. Saat ini minyak tanah telah
langka, dan harga gas LPG melonjak. Banyak rakyat kecil yang merasa terbebani
dengan adanya kenaikan harga gas LPG tersebut. Dengan adanya briket arang,
diharapkan hal tersebut dapat teratasi dan mampu menolong rakyat kecil.
Pengolahan limbah serbuk kayu menjadi briket arang sangat mudah dan biaya
produksinya pun sedikit karena bahan bakunya berasal dari limbah yang dengan
mudah dapat kita peroleh dimana-mana. Selain itu pengolahan limbah ini juga
dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini
dikelola dengan baik unutuk selanjutnya briket arang dijual. Bahan pembuatan
briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian yang
dapat kita peroleh dari pabrik meubel atau pambrik pemotongan kayu.
Pengolahan limbah serbuk gergaji
menjadi briket arang terbukti mampu menghemat penggunaan energy. Eco-efisien
pengolahan limbah serbuk gergaji diharapkan dapat berimbas positif terhadap
lingkungan. Dengan penggunaan briket arang sebagai bahab bakar maka kita dapat
mengehat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu
memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan
meningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran
udara karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.
Dengan pemikiran yang seperti itu
saya mempunyai ide bagaimana caranya membuat mesin pembuatan arang. Mesin
bekerja dengan tahap-tahap tertentu yang diperlukan dalam proses pengarangan
mesin bekerja penuh dengan memanfaatkan bahan bakar yang berfungi membakar
arang dengan alami mesin dapat menentukan jika nanti pembakaran sudah sempurna
maka mesin akan membunyikan alaramnya sebagai pemberitahuan bahwa mesin udah
melaksanakan dan menyelesaikan tahapan pembakaran secara alami tadi.
Selanjutnya mesin melanjutkan
proses yang telah di tentukan oleh pemilik, Pengayakan maksudnya untuk
menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus.
Arang serbuk diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang
tempurung kelapa dengan ukuran 70mesh. Setelah mesin mengeluarkan hasil
pembakaran maka mesin akan mendiamkan sejenak proses untuk mempersiapkan mesin
ke proses selanjutnya yang sudah di jelaskan tadi, jadi mesin mengayak serbuk
gergaji yang tadi untuk proses pemisahan yang lembut dan yang masih kasar atau
padatan dalam bentuk besar. Agar dapat membantu proses pembuatan arang lebih
mudah. Setelah diproses ada penakaran pemberian serbuk yang telah dipisahkan
tadi antaranya 50 mesh arang dan 70 mesh tempurung kelapa.
Sesudah pengayakan langsung
pencampuran berbagai media sebagai penunjang pembentukan arang. Mesin bekerja
mencampur adukan bahan dengan suatu wadah besar yang sudah terhubung dengan
mesin seperti mesin mixer akan tetapi ukuran besar yang nanti alat pengaduk
sudah terpasang atau terincludekan dengan mesin mixer tersebut. Pemberian atau
pengadukan tentunya harus memenuhi ketentuan sebagai berikut dicampur dengan
perbandingan arang serbuk gergaji 90% dan arang tempurung kelapa 10%. Pada saat
dan tempurung kelapa. Proses penyampuran
sudah selesai mesin tinggal menyiapakan dirinya untuk proses selanjutnya.
Setelah sudah hangatnya adonan yang
sudah dicampur oleh mesin arang briket dimasukkan kedalam cetakan brket dan di
tempa ,agar adonan menjadi padat dan tentunya menghemat kegunaan atau
memperpanjang waktu lamanya penggunaan arang briket arang tersebut. Sehingga
semua menjadi lebih efisien ekonomis terjangkau juga tidak menyulitkan pengguna
maupun pembuat arang briket.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar